yang asyik2 ada di sini loh...

Sabtu, 24 April 2010

KISI-KISI UTS ABTI


1. Bagian-bagian proposal

· Latar belakang organisasi

- Penjelasan Umum

- Masalah

- Solusi

· Ruang lingkup proyek system

- Meneliti

- Menganalisa

- Mendesain Sistem informasi

- Mengintegrasikan Sistem Informasi

· Sasaran proyek system informasi

- Memudahkan pengujian

- Memudahkan administrasi

- Menyediakan laporan tepat waktu

· Masalah-masalah yang terjadi dan yang berhubungan

· Kebutuhan-kebutuhan

· Kendala-kendala PSI

- Data

- Waktu

- Struktur organisasi

- Prinsip usaha

· Biaya pengembangan

- Alternatif 1

- Alternatif 2

· Penilaian Kelayakan PSI

- Kelayakan operasi

- Kelayakan jadwal

- kelayakan ekonomi

- kelayakan hukum

· Kebutuhan Perangkat keras

· Jadwal pelaksanaan

- Ganttchart

- Alternatif 1

- Kode kegiatan

2. Bentuk-bentuk dasar organisasi bisnis

a. CV /firma (Perusahaan Kemitraan / Partnership) sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama.

· Keuntungan :

- Dana tambahan

- Kerugian ditanggung bersama

- Lebih ada spesialisasi

· Kerugian :

- Berbagi pengendalian

- Tanggung jawab tidak terbatas

- Berbagi laba

b. Koperasi (corporation)Badan usaha yg beranggotakan orang2 atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

· Keuntungan :

- Tanggung jawab terbatas

- Akses terhadap modal

- Transfer kepemilikan

· Kerugian :

- Biaya keorganisasian tinggi

- Transparansi publik

- Masalah keagenan

- Pajak tinggi

c. PT adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yg memiliki nodal terdiri dari saham2,yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yg dimilikinya.

keuntungan : - kewajiban terbatas

- masalah hidup abadi

- efesiensi manajemen

kelemahan : - kerumitan perizinan dan organisasi

d. Perseorangan (Proprietorship) Adalah bisnis yang dimiliki oleh seorang Pemilik.

· Keuntungan Perusahaan Perseorangan :

- Semua laba hanya untuk pengusaha

- Pengendalian seutuhnya

- Organisasi sederhana

- Pajak rendah

· Kerugian Perusahaan Perseorangan :

- Bertanggung jawab atas semua kerugian

- Dana terbatas

- Ketrampilan terbatas

- Tanggung jawab tidak terbatas

3. 5 kinerja pengembangan

o Kualitas produk

a. Seberapa bagus produk yang dihasilkan?

b. Apakah telah sesuai dengan kebutuhan/memuaskan customers/users?

c. Apakah produk tsb cukup robust dan reliabel?

d. Kualitas produk terefleksi dalam

e. marketshare (berapa % market yang dapat diperoleh?)

f. Suatu harga yang akan dibayar oleh customers (maukah customer membeli dengan harga tsb?)

o Ongkos produk

a. Berapa ongkos manufakturnya (termasuk kapital peralatan, tooling dan tambahan ongkos setiap kenaikan jumlah unit yang dibuat)?

b. Ongkos produk menentukan berapa profit yang dapat diperoleh untuk suatu volume penjualan tertentu dan harga jual tertentu

o Waktu yang diperlukan untuk pengembangan

a. Seberapa cepat tim pengembang menyelesaikan tugasnya

b. Waktu pengembangan menentukan

o seberapa responsifnya perusahaan dalam mengantisipasi tekanan kompetisi dan perkembangan teknologi

o Seberapa cepat perusahaan memperoleh keuntungan/economic return dari kerja tim tsb?

o Ongkos pengembangan

a. Berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengembangan produk tsb?

b. Biaya pengembangan biasanya bagian yang signifikan dari kebutuhan investasi untuk memperoleh profit

o Kapabilitas pengembangan

a. Apakah tim dan perusahaan memiliki cukup kemampuan untuk mengembangkan produk baru?

b. Kapabilitas pengembangan merupakan aset perusahaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan suatu produk baru di masa datang lebih efektif dan ekonomis

4. Elemen-elemen managemen

o Manusia

o Mesin

o Modal

o Peralatan

o Informasi

a) Elemen-elemen manajemen : Proses :cara sistematik untuk mengerjakan sesuatu.

b) Optimasi : anajer bekerja untuk hasil jangka panjang yang mungkin paling baik.

c) Fungsi-fungsi : kegiatan fungsional (perencanaan, pengorganisasian, pengisian

staff,pemimpinan, pengontrolan) yang dilakukan oleh manajer untuk optimasi sumber-sumber dan tugas-tugas.

d) Sumber-sumber : segala sesuatu (SDM, peralatan) yang digunakan untuk mencapai tujuan.

e) Tugas-tugas : berbagai pekerjaan yang harus dilakukan organisasi untuk mencapai tujuan.

f) Tujuan atau sasaran : hasil yang ingin dicapai adalah barang-barang dan jasa-jasa.

5. 2 Macam jenis sumber modal

o Sumber jangka Pendek

- Hutang dagang

a. Open book credit

b. Promisory notes (surat kesanggupan

c. Trade draft (wesel dagang)

- Pinjaman Jangka Pendek dengan Jaminan

a. Pinjaman persediaan

b. Piutang dagang

- Pinjaman Jangka Pendek tanpa Jaminan

a. Line of Credit (batas kredit)

b. Revolving credit agreement (perjanjian Kredit)

c. Commercial Paper (warkat niaga)

- Anjak Piutang

o Sumber dana Jangka Panjang

- Pembiayaan hutang

a. pinjaman jangka panjang

b. Obligasi korporasi

c. Perjanjian obligasi

- Pembiayaan modal sendiri

a. saham biasa

b. Laba ditahan

c. Beban keuangan bagi perusahaan

-Pembiayaan hibrida, saham preferensi

Selasa, 05 Januari 2010

MANAJEMEN DATA TELEMATIKA

1. Manajemen Data sisi Client

1.1 Mobile Aplications

Karena mobilitas orang yang terus meningkat, sehingga membutuhkan aplikasi destop tradisional yang berjalan di perangkat mobile. Email, Address Book dan Calendering merupakan yang banyak digunakan di aplikasi mobile oleh konsumen dan pekerja informasi. Namun aplikasi ini masih sangat sederhana.Perangkat seperti perangkat keras (pemrosesan dan kapasitas memori) kemajuan,pengguna akan menuntut kemampuan lebih kaya dalam aplikasi ini. Sebagai contoh, perhatikan aplikasi Kalender yang kaya - dengan dukungan untuk memeriksa dan jadwal janji dan pertemuan, berbagi kalender berkolaborasi di seluruh pekerja, memadukan kalender dengan aplikasi lain, dan seterusnya. Dalam perusahaan ruang, personil penjualan ponsel akan memerlukan aplikasi CRM yang berjalan pada perangkat mobile mereka,layanan di perusahaan tersebut akan memerlukan kemampuan untuk memeriksa spesifikasi produk dan melakukan on-line pemesanan dari perangkat mobile.
Berikut ini adalah daftar dari beberapa perwakilan skenario aplikasi mobile. Ini adalah contoh-contoh nyata yang diambil dari Microsoft SQL Server Compact pelanggan Edisi skenario, tetapi berlaku untuk setiap ponsel DBMS.

Route delivery management : Drivers mendapatkan data rute sehari-hari yang disinkronkan ke perangkat mobile.Handphone DMBS menyediakan toko data lokal pada perangkat dan data yang akan disinkronkan dengan
sumber data backend

Utilities consumption reading : Solusi menyediakan kemampuan untuk membaca Minyak, Air, Gas dan Listrik meter. Staf lapangan menggunakan Pocket PC untuk menangkap bacaan meteran dan perusahaan yang tertarik dalam membuat aplikasi yang tersedia melalui ponsel pintar juga.

Mobile CRM : Handphone CRM menyediakan solusi CRM pada perangkat.Solusi biasanya mengintegrasikan ke aplikasi ERP lainnya. DBMS menyediakan penyimpanan data lokal dan sinkronisasi data (replikasi) Mekanisme replikasi bekerja melalui berbagai alat transportasi (misalnya WiFi, Bluetooth, GPRS, 3G, dll).

Sensor Database : Data yang dikumpulkan oleh perangkat sensor disimpan dalam DBMS lokal pada perangkat. Seperti mobile sistem DBMS harus beroperasi pada konfigurasi yang sangat terbatas (misalnya kekuasaan yang rendah, memori kecil, NVRAM). Perangkat sensor biasanya ditempatkan di lokasi terpencil dan dimonitor dari sebuah situs pusat. Memerlukan pemantauan data dari DBMSs individu untuk menjadi queried dan agregat. Jaringan Sensor DBMSs bentuk jaringan sensor yang DBMSs federasi queryable dari pusat situs.

1.2 Embedded Applications

Sebagian besar aplikasi mobile adalah aplikasi embedded dan biasanya mid-tier aplikasi yang embedded dan embedded menanamkan sebuah sistem database (cache) untuk kinerja dan pengelolaan. . Juga, kebanyakan aplikasi low-end merupakan embedded, misalnya Microsoft Access. Ini aplikasi diatur sendiri, self-host, dan sangat portabel.
Berikut adalah beberapa contoh aplikasi embedded database .

Desktop Media applications : Windows Vista home entertainment terintegrasi ke PC. Ini memberikan mudah dan cara yang ampuh untuk mengelola hiburan digital - foto, musik, TV, film, video, radio, dll SQL CE DBMS digunakan sebagai embedded sistem database untuk menyimpan data media ini misalnya Informasi daftar TV disimpan.

Line of Business applications : aplikasi LOB Typical multi-tier adalah aplikasi dimana data di back-end sumber data cenderung authoritative Data di-cache di tengah-tier sebagai referensi data dan logika aplikasi dijalankan di atasnya. Data referensi ini biasanya terintegrasi dari beberapa backend data / aplikasi sumber, ditransformasikan ke dalam format yang sesuai untuk logika aplikasi untuk memproses secara efisien, dan membawa dekat dengan aplikasi pada pertengahan-tier

Stream processing : Dalam stream processing engine, data diproses seperti kedatangan data dan sebelum disimpan. Di memori sistem embedded DBMS dapat digunakan untuk stream processing engines.

sumber : sites.computer.org/debull/A07Sept/nori.pdf

2. Manajemen Data sisi Server

2.1 MODBMS (Moving Object DBMS)

MODBMS adalah tulang punggung dari sistem yang secara khusus berfokus pada penggalian informasi lebih lanjut tentang pergerakan suatu objek. Salah satu contoh MODBMS adalah Location-based service (LBS). Location-based service (LBS) adalah layanan informasi dan hiburan, dapat diakses dengan perangkat mobile melalui jaringan selular dan memanfaatkan kemampuan untuk memanfaatkan posisi geografis perangkat mobile. Layanan LBS dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti kesehatan, pekerjaan, kehidupan pribadi, dll.Layanan tersebut meliputi layanan LBS untuk mengidentifikasi lokasi seseorang atau benda, seperti menemukan mesin ATM perbankan terdekat atau keberadaan seorang teman atau karyawan. Layanan LBS meliputiparcel tracking dan vehicle tracking services. LBS dapat mencakup perdagangan ponsel saat mengambil bentuk kupon atau diarahkan pada pelanggan iklan berdasarkan lokasi mereka saat ini. layanan itu termasuk personalisasi layanan cuaca dan bahkan permainan berbasis lokasi. LBS adalah contoh dari konvergensi telekomunikasi.

Konsep location based systems tidak sesuai dengan konsep standar waktu-nyata sistem dan terkait lokasi layanan lokal (RTLS), seperti tercantum dalam ISO / IEC 19762-5 dan ISO / IEC 24730-1 .

Layanan LBS pertama secara global diluncurkan secara komersial di Jepang oleh DoCoMo berdasarkan triangulasi untuk pra-GPS handset pada bulan Juli 2001, dan oleh KDDI untuk pertama kali ponsel yang dilengkapi dengan GPS pada bulan Desember 2001.produsen handset cenderung mengambil 'Upstream Initiative'untuk menanamkan LBS dalam peralatan mobile mereka. . Awalnya, LBS ini dikembangkan oleh operator selular di kemitraan dengan penyedia konten ponsel.

Keuntungan utama adalah bahwa pengguna ponsel tidak perlu secara manual kode ZIP atau lokasi lain pengidentifikasi untuk menggunakan LBS, ketika mereka menjelajah ke lokasi yang berbeda. GPS tracking memungkinkan pelacakan yang utama, memanfaatkan akses ke mobile metode web.Locating

sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Location-based_service

sumber yg saya dapat ini dari :
http://eutass.blogspot.com/2009/12/manajemen-data-telematika.html

Manajemen Data Telematika


Written by MUHAMMAD SYAWALUDDIN on December 10, 2009 – 10:52 pm

Manajemen Data Telematika

Kali ini kelompok kami akan membahas tentang Manajemen Data pada Telematika, artikel yang kami buat bersumber dari Lukis Alam dan anton@ukdw.ac.id.

PENGERTIAN CLIENT-SERVER

Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.

KARAKTERISTIK CLIENT-SERVER

Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas:

· Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda

· Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource .

· Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.

· Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.

· Mix-and-match : tidak tergantung pada platform

· Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.

· Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan

· Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertical maupun horisontal

· Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.

· Characteristics of a client

– Initiates requests

– Waits for and receives replies

– Usually connects to a small number of servers at one time

– Typically interacts directly with end-users using a graphical user interface

· Characteristics of a server

– Passive (slave)

– Waits for requests from clients

– Upon receipt of requests, processes them and then serves replies

– Usually accepts connections from a large number of clients

– Typically does not interact directly with end-users

KEUNTUNGAN CLIENT-SERVER

· Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.

· Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.

· Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.

· Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit

· Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

KELEMAHAN CLIENT-SERVER

· Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload

– Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.

· Pada client-server, ada kemungkinan server fail.

– Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

ARSITEKTUR CLIENT/SERVER

Ø Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC

Ø Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri

Ø Berbagi hardware atau software

ARSITEKTUR FILE SERVER

* Model pertama Client/Server

* Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation

* Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan

* Server bertindak sebagai file server

* File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut

* Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri

* DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server

* Aktivitas pada klien:

Ø Meminta data

Ø Meminta penguncian data

* Tanggapan dari klien :

Ø Memberikan data

* Mengunci data dan memberikan statusnya

BATASAN FILE SERVER

Ø Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan

Ø Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori

Ø Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus

Ø Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama ð tanggung jawab diserahkan kepada programmer

ARSITEKTUR DATABASE SERVER

Ø Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).

Ø Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database.

Ø Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi

Ø Beban jaringan menjadi berkurang

Ø Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server

Ø Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture

APPLICATION ARCHITECTURES

* Two-tier architecture: Contoh – program klien menggunakan ODBC/JDBC untuk berkomunikasi dengan database

* Three-tier architecture: Contoh aplikasi berbasis Web

Contoh Two-Tier Architecture :
Contoh Three-Tier Architecture :

Arsitektur Three-Tier

Ø Melibatkan lapisan server yang lain selain lapisan database server

Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :

Ø Keluwesan teknologi

l Mudah untuk mengubah DBMS engine

l Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda

Ø Biaya jangka panjang yang rendah

l Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan

Ø Keunggulan kompetitif

l Kekampuan untuk bereaksi thd perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi

Aplikasi Web dapat dibagi menjadi 2 macam:

§ Web Statis dan Web Dinamis

Teknologi Web :

Ø Teknologi untuk membentuk aplikasi Web yang dinamis :

1. Teknologi pada sisi klien (client-side technology)

2. Teknologi pada sisi server (server-side technology)

Teknologi pada sisi Klien:

* Kontrol Active X

* Java applet

* Client-side script (JavaScript dan VBScript)

* DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)

Teknologi pada sisi Server :

Ø CGI

Ø FastCGI

Ø Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)

Ø Active Server Pages (ASP)

Ø Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets

Ø Server-side JavaScript

Ø PHP

sumber :

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/manajemen-data-telematika/

MANAJEMEN DATA TELEMATIKA

PENGERTIAN CLIENT-SERVER

Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.

KARAKTERISTIK CLIENT-SERVER
Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas sebagai berikut:
Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda
Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource .
Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
Mix-and-match : tidak tergantung pada platform
Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertical maupun horisontal
Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.
Characteristics of a client
– Initiates requests
– Waits for and receives replies
– Usually connects to a small number of servers at one time
– Typically interacts directly with end-users using a graphical user interface
Characteristics of a server
– Passive (slave)
– Waits for requests from clients
–Upon receipt of requests, processes them and then serves replies
– Usually accepts connections from a large number of clients
– Typically does not interact directly with end-users

KEUNTUNGAN CLIENT-SERVER
• Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
• Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
• Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.
• Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.
• Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

KELEMAHAN CLIENT-SERVER
• Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
– Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
• Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
– Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

ARSITEKTUR CLIENT/SERVER
=> Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC
=> Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri
=> Berbagi hardware atau software



ARSITEKTUR FILE SERVER
=> Model pertama Client/Server
=> Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation
=> Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan
=> Server bertindak sebagai file server
=> File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut.
=> Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri
=> DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server
=> Aktivitas pada klien:
=> Meminta data
=> Meminta penguncian data
=> Tanggapan dari klien :
-- Memberikan data
-- Mengunci data dan memberikan statusnya



BATASAN FILE SERVER
=> Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan.
=> Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori.
=> Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus.
=> Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama ð tanggung jawab diserahkan kepada programmer.

ARSITEKTUR DATABASE SERVER
=> Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).
=> Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database.
=> Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi
=> Beban jaringan menjadi berkurang.
=> Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server.
=> Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture.

APPLICATION ARCHITECTURES



- Two-tier architecture, Contoh : program klien menggunakan ODBC/JDBC untuk berkomunikasi dengan database.
- Three-tier architecture, Contoh : aplikasi berbasis Web.

Contoh Two-Tier Architecture :



Contoh Three-Tier Architecture :



Arsitektur Three-Tier
- Melibatkan lapisan server yang lain selain lapisan database server.



Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :
=> Keluwesan teknologi
=> Mudah untuk mengubah DBMS engine
=> Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda
=> Biaya jangka panjang yang rendah
=> Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan
=> Keunggulan kompetitif
=> Kekampuan untuk bereaksi thd perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi

Aplikasi Web dapat dibagi menjadi 2 macam:
=> Web Statis
=> Web Dinamis

Teknologi Web
Teknologi untuk membentuk aplikasi Web yang dinamis :
1. Teknologi pada sisi klien (client-side technology)
2. Teknologi pada sisi server (server-side technology)

Teknologi pada sisi Klien :
1. Kontrol Active X
2. Java applet
3. Client-side script (JavaScript dan VBScript)
4. DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)

Teknologi pada sisi Server :
=> CGI
=> FastCGI
=> Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)
=> Active Server Pages (ASP)
=> Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets
=> Server-side JavaScript
=> PHP

sumber :
http://utiemarlin.blogspot.com/2009/12/manajemen-data-telematika.html

Manajemen Data Telematika (Telematics Data Management)

Apa yang dimaksud dengan ‘Manajemen data Telematika’???

Menurut DAMA (Demand Assigned Multiple Access) Manajemen Data adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika.

Manajemen Data pada telematika terdiri dari 3 macam, yaitu :

1. Manajemen Data sisi klien (Client-side data management)
Manajemen Data yang terjadi pada sisi klien dapat kita pahami pada DBMS dibawah ini.

Mobile DBMS (Embedded/Ultra tiny/Java Database)

Merupakan suatu DBMS yang terdapat pada peralatan bergerak (mobile device). mobile DBMS adalah versi khusus dari sebuah departemen atau perusahaan DBMS. Ini dirancang untuk digunakan dengan remote pengguna yang biasanya tidak terhubung ke jaringan. DBMS memungkinkan mobile akses database lokal dan modifikasi pada laptop atau perangkat genggam, seperti PDA atau PocketPC Palm. Selanjutnya, mobile DBMS menyediakan mekanisme untuk sinkronisasi perubahan basis data jauh terpusat, perusahaan atau departemen server database. [1]

2. Manajemen Data sisi Server (Server-side data management)
Manajemen Data yang terjadi pada sisi server dapat kita pahami pada versi DBMS dibawah ini.

MODBMS (Moving Object DBMS)
MODBMS (Memindahkan Obyek DBMS) adalah sebuah DBMS yang menyimpan dan mengelola informasi lokasi serta dinamis lainnya informasi tentang obyek bergerak. MODBMS memungkinkan seseorang untuk mewakili benda-benda bergerak dalam database dan untuk menanyakan pertanyaan tentang gerakan tersebut. Daerah MODBMS merupakan bidang yang belum dijelajahi relatif terhadap RDBMS atau DBMS Spasial di mana beberapa karya yang telah dilakukan dalam standarisasi dan komersialisasi. Ada beberapa penelitian prototipe untuk MODBMS seperti DOMINO tetapi hanya sedikit produk MODBMS komersial. Memindahkan objek dapat diklasifikasikan ke dalam bergerak poin dan bergerak daerah. Memindahkan objek hanya relevan tergantung waktu posisi dalam ruang. Mereka bisa mobil, truk, pesawat terbang, kapal atau ponsel pengguna. Pindah daerah objek bergerak dengan rupa seperti badai, hutan file, tumpahan minyak, wabah penyakit, dan sebagainya. Pindah daerah berubah posisi dan geometri objek dengan waktu sambil bergerak poin hanya berubah posisi benda.[2]




Aplikasi pada MODBMS :
• DBMS for LBS (Location-Based Service)
• LBS (Location-based Services)
• Transportation
• Vehicle tracking
• Reference: DOMINO(Database fOr MovINg Objects tracking)


Data stream management system
Berbeda dengan DBMS tradisional, DSMSs terus menerus dapat mengeksekusi query lebih dari stream data kontinu yang memasuki dan meninggalkan sistem secara real-time, yaitu data hanya disimpan dalam memori utama untuk pengolahan. Stream data tersebut dapat sensor pembacaan, data pasar saham, atau net - bekerja lalu lintas [3]. Querying the data stream (sensor data, GPS)




Aplikasi pada Data stream management system :
• Telematics (vehicle fleet management)
• Sensor stream monitoring
• Environment monitoring
• Reference: TelegraphCQ, Aurora


3. Manajemen data Base system perangkat bergerak
Karakterstiknya :
1) Memungkinkan untuk menginstal di dalam embedded devices
2) Replika Data dan sinkronisasi ke Database perusahaan tradisional

Aplikasi pada Data stream management system :
• Finance
• mobile office
• mobile sales





Referensi :
[1] www.craigsmullins.com/dbta_010.htm
[2] http://www.realtimetech.co.kr/english/03_kairos/04_mo_01.asp
[3] http://www.pam2004.org/papers/113.pdf
[4] http://www.pointbase.com
[5] Junehwa Song, Introduction to Telematics , NC Lab, Korea Advanced Institute of Science and Technology
[6]
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen-Data

sumber :
http://sunsitindari.blogspot.com/2009/11/manajemen-data-telematika-telematics.html

Kamis, 26 November 2009

Manajemen Data Telematika


Saya ingin menjawab pertanyaan dari soal yang saya dapat yang ada ini ?

Manajemen Data sisi klien?

Manajemen Data sisi Server?

Manajemen data Base system perangkat bergerak?

dewiar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../Silabus+Telematika.pdf

1.Keamanan Sisi Klien

Keamanan pada sisi ini meliputi keamanan dari sisi web browser serta transport data dari klien ke server. Keamanan yang berhubungan dengan hal ini adalah:

  1. Session hijacking, merupakan eksploitasi dari session yang valid untuk memperoleh akses.
  2. XSS (Cross-site Scripting, keamanan terutama berkaitan dengan kode-kode HTML dan client-side script seperti JavaScript, VBScript.
  3. Spoofing, yaitu ”menipu” dengan cara memalsukan data yang ditransfer antar node. Beberapa bentuk spoofing ini antara laini adalah URL spoofing, referer spoofing, poisoning of file-sharing network, caller ID spoofing, e-mail address spoofing, IP address spoofing, dan login spoofing.
  4. MITM (man-in-the-middle) attack, yaitu penyerangan dalam bentuk membaca / memasukkan / memodifikasi data antar dua pihak tanpa diketahui bahwa data yang lewat antar link tersebut telah diserang.

http://www.akakom.ac.id/node/33

contoh Aplikasi Klien :

  • Manajemen Objek Pariwisata

Fungsi ini ditujukan melakukan manajemen data pariwisata yang telah dimasukan datanya oleh perwakilan dari pemerintah kota/kabupaten. Fungsi yang dimaksud dapat berupa menambah dan mengubah data pariwisata. Perbedaannya dengan aplikasi server, pihak server hanya menerima data dari klien sedangkan dari pihak klien hanya dapat memanajemen data pariwisata yang ada pada daerahnya.

  • Pengaturan Konfigurasi Aplikasi Klien

Fungsi ini ditujukan melakukan konfigurasi aplikasi klien yang nantinya berkenaan dengan konfigurasi GoogleMaps dan konfigurasi XML-RPC. Setiap perubahan pada konfigurasi server, khususnya untuk konfigurasi XML-RPC, nantinya klien harus menyesuaikan konfigurasi yang ada pada server.

  • Sinkronisasi Data Master

Fungsi ini ditujukan untuk sinkronisasi data master apabila server melakukan perubahan data master. Pada dasarnya aplikasi klien memang mempunyai data master sendiri namun data master tersebut tidak dapat dirubah oleh pihak klien.

adrianto.ruangkopi.com/eii2009/.../nusantara_view_angga_paper.doc

2.Arti istilah Server side dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut

Script yang diolah di server. Di dalam hal web server,

(1)Script tersebut diterjemahkan oleh server sebelum dikirim ke browser. Setelah berhasil diterjemahkan script tersebut akan diubah menjadi HTML murni dan selanjutnya dikirim ke browser untuk ditampilkan ke jendela monitor.

(2) Berhubung script tersebut harus melalui pengolahan server, maka server yang dipakai dituntut harus memiliki kemampuan untuk menterjemahkan kode-kode script. Dengan kata lain, proses memilih server harus tepat dan tidak boleh sembarangan.

(3) Mengingat script tersebut telah menjadi HTML murni begitu dikirim ke browser, kode-kode script ASP yang telah disusun dengan tekun tak bisa terbaca oleh orang lain. Inilah yang dikatakan bahwa script yang berjenis server-side aman dari intipan programmer lain.

(4) Pembuat script tak perlu gelisah akan kemampuan browser para pengunjung situsnya, apakan browser tersebut mampu menerima ASP atau tidak mengingat script ini diolah server dan dikembalikan ke broser telah dalam wujud HTML.

http://www.total.or.id/info.php?kk=Server%20side

Keamanan Sisi Server

Keamanan pada sisi ini meliputi berbagai layanan yang disediakan oleh server serta sisi keamanan sistem operasi itu sendiri. Pada dasarnya, hal-
hal yang perlu diperhatikan adalah berbagai security hole yang ada pada software-software penyedia layanan tersebut, diantaranya adalah:

  1. Web server
  2. Database server
  3. Mail server
  4. DNS
  5. Application Server (JEE, Zope, dan lain-lain)

Penyerangan biasanya diawali dengan mengumpulkan sebanyak mungkin data mengenai web yang bersangkutan, terutama berkaitan dengan software-software yang digunakan tersebut. Software yang bisa digunakan antara lain adalah nikto (http://www.cirt.net/code/nikto.shtml). Hal yang
perlu diwaspadai adalah setting konfigurasi default dari software-software tersebut. Sebagai contoh, Apache Tomcat mempunyai user admin dengan
password default yang terdapat pada dokumentasinya.

Internet saat ini juga penuh dengan berbagai software tools yang bisa digunakan untuk keperluan ini. Kebanyakan software-software tersebut merupakan software bebas dan gratis. Informasi lengkap tentang berbagai tools tersebut tersedia antara lain di buku Security Power Tools, terbitan O’Reilly.

http://www.akakom.ac.id/node/32

Aplikasi Server :

  • Manajemen Objek Pariwisata

Fungsi ini ditujukan melakukan manajemen data pariwisata yang telah dimasukan datanya oleh perwakilan dari pemerintah kota/kabupaten. Fungsi yang dimaksud dapat berupa menambah (dari sisi server sendiri), mengubah data pariwisata dan menghapus data pariwisata.

  • Pengaturan Konfigurasi Utama

Fungsi ini ditujukan melakukan konfigurasi server yang nantinya berkenaan dengan konfigurasi XML-RPC. Setiap perubahan pada konfigurasi, khususnya untuk konfigurasi XML-RPC, nantinya klien harus menyesuaikan konfigurasi yang ada pada server.

  • Master Data Propinsi

Fungsi ini ditujukan untuk memanajemen daftar propinsi yang ada di seluruh Indonesia. Setiap penambahan , pengubahan atau penghapusn data pada master ini, klien harus menyesuaikan yang ada pada server.

  • Master Data Kota

Fungsi ini ditujukan untuk memanajemen daftar kota yang ada di seluruh Indonesia. Setiap penambahan , pengubahan atau penghapusn data pada master ini, klien harus menyesuaikan yang ada pada server.

adrianto.ruangkopi.com/eii2009/.../nusantara_view_angga_paper.doc

3.MENCIPTAKAN DATA BASE
Pada prinsipnya menciptakan data base mecakup tiga langkah yaitu :
1. Menentukan kebutuhan data, ada dua pendekatan yaitu :
a. Pendekatan berorientasi proses
• Tentukan masalah
• Kenali keputusan yang diperlukan
• Deskripsikan kebutuhan informasi
• Tentukan pemrosesan yang diperlukan
• Tentukan kebutuhan data
• Spesifikasi data
b. Pendekatan model perusahaan
• Buat model data enterprise
• Model data enterprise
• Kembangkan database
• Database
2. Menjelaskan data
Sistem manajemen database menggunakan istilah-istilah spesifik untuk menggambarkan definisi data yang mereka miliki. Setelah elemen-elemen data yang diperlukan ditentukan, maka dijelaskan dalam bentuk kamus data .
Sistem kamus data. Kamus data dapat berupa kertas atau file komputer.Jika berupa file sistem kamus data diperlukan untuk menciptakan dan memeliharanya, serta mempersiapkan untuk digunakan.
Data description language. Setelah kamus data diciptakan, penjelasanya harus dimasukan dalam DBMS.
3. Memasukan Data
Setelah skema dan subskema diciptakan, data dapat dimasukkan ke dalam database. Hal ini dapat dilaksanakan dengan mengetik data langsung ke dalam DBMS, membaca dari pita atau piringan, atau menscan data secara optis.
Dalam memilih DBMS perlu beberapa pertimbangan, bukan hanya karena mahal harganya. Ada empat hal yang terpenting, yaitu :
• Bahasa query
• Pertimbangan keamanan
• Biaya tak langsung pemrosesan
• Kecocokan dengan tipe aplikasi.

OPERASI DATABASE
Menurut penggunaanya terdapat dua kelas database, yaitu untuk aktivitas operasi dan aktivitas manajerial.
Secara umum kegiatan operasi memerlukan rinci dari seluruh transaksi yang dilakukan. Pada level ini operasi ini ada atribut kunci dari database, yang beberapa diantaranya mempunyai relevansi terhadap aktivitas manajerial, yakni sbb :
1. Konsistensi dalam elemen informasi yang berkaitan.
2. Perlunya banyak waktu untuk informasi transaksi dan untuk pelaporan manajemen.
3. Rinci salinan disiapkan oleh kemampuan pelaporan
4. Berbagi data
Kelompok kedua tentang penggunaan database adalah untuk aktivitas manajerial dan ini yang terpenting, meliputi :
1. Sistem intelijen
2. Masalah-masalah manajemen khusus
3. Model manajemen
4. Tugas kunci sistem informasi.
Database dapat membantu para manajer dengan cara mengorganisasikan sistem informasi yang berkaitan dengan tugas utama manajemen
PENGELOLA DATABASE
Seorang spesialis informasi yang bertanggungjawab atas database disebut pengelola database (database administrator) atau DBA. Tugas DBA terbagi dalam empat area utama, yaitu :
1.Perencanaan database, meliputi kerjasama dengan para manajer untuk mendefinisikan skema perusahaan dan dengan para pemakai untuk mendefinisikan subskema mereka. Selain itu DBA berperan penting dalam memilih perangkat keras dan perangkat lunak sistem manajemen database.
1. Penerapan database, mencakup penciptaan database yang sesuai dengan spesifikasi DBMS yang dipilih, serta menetapkan dan menegakkan kebijakan dan prosedur penggunaan database.
2. Operasi database, mencakup menawarkan program-program pendidikan bagi pemakai database, dan menyediakan bantuan saat diperlukan.
3. Keamanan database, meliputi pemantauan kegiatan database.

KEUNTUNGAN DATABASE
1. Mengurangi pengulangan data.
Jumlah total file dapat dikurangi, dibandingkan bila file-file komputer disimpan terpisah di tiap aplikasi komputer, dengan menghapus data duplikasi di berbagai file.
2. Mencapai independensi data.
Spesifikasi data disimpan dalam skema daripada dalam tiap program aplikasi. Perubahan datadibuat pada struktur datatanpa mempengaruhi program yang mengakes data.
3. Mengintegrasikan data dari beberapa file.
Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, organisasi fisik tidak lagi menjadi kendala. Organisasi logis, pandangan pemakai dan program aplikasi tidak harus tercermin pada medium penyimpanan fisik.
4. Mengambil data dan informasi secara cepat.
Hubungan-hubungan logis, data manipulation language, query language memungkinkan pemakai mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
5. Meningkatkan keamanan.
Data yang dikelola oleh DBMS lebih aman daripada data lain dalam perusahaan, karena dalam DBMS menyertakan kata sandi atau bahasa sandi.
KELEMAHAN DAN KENDALA DBMS
1. Memperoleh perangkat lunak dan perangkat keras yang mahal.
DBMS mainframe masih sangat mahal. DBMS berbasis komputer mikro, walau biayanya hanya beberapa ratus dolar,d apat merupakan pengeluaran yang besar bagi perusahaan kecil.
2. Kurangnya ahli database.
DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini paling baik disediakan oleh para pengelola database (DBA)
3. Biaya pemrosesan data sangat tinggi

KOMUNIKASI DATA
Mengapa data harus dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain :
1. Transaksi kerapkali berlangsung ditempat yang berbeda dengan tempat pengolahan atau tempat pemanfaatan data transaksi tersebut.
2. Mengirim pesan, seperti surat, melalui sistem komunikasi milik perusahaan sendiri seringkali daripada menggunakan sistem dari luar.
3. Suatu perusahaan memiliki beberapa pusat pengolahan data tentu berusaha menyeimbangkan beban kerja dengan cara memindahkan data dari pusat pengolahan yang beban kerjanya berlebih ke pusat lain yang beban kerjanya ringan.
Operasi bisnis mengandalkan komunikasi antara para pemasok, pelanggan, serta pekerja yang terpencar secara geografis untuk menjalankan bisnisnya. Karena begitu banyak transaksi bisnis terkomputerisasi jaringan diperlukan untuk mengakses perangkat keras milik organisasi.
DASAR-DASAR KOMUNIKASI BERBASIS KOMPUTER
Dalam bentuk sederhana komunikasi berbasir komputer memiliki tiga tingkatan, yaitu :
1. Tingkat tertinggi, tingkat yang terdekat dengan pemakai, adalah tingkat aplikasi.
Contoh : perangkat lunak untuk mengirim e-mail melalui internet.
2. Tingkat kedua, tingkat komputer
Contoh : Komputer yang membawa saluran komunikasi
3. Tingkat ketiga, saluran komunikasi kabel-kabel yang mentransmisikan pesan ke komputer lain di internet.

Model Referensi Sistem Interconnection terbuka
Lapis Nama Fungsi
7 Lapis aplikasi Melaksanakan komunikasi antar aplikasi
6 Lapis presentasi Mengelola konversi representasi data
5 Lapis sesi Membangun dan memelihara saluran komunikasi
4 Lapis transpor Menjamin integritas data satu ujung ke ujung lain
3 Lapis jaringan Mengatur rute dari satu alamat jaringan ke yang lain
2 Lapisan kaitan data Memindahkan data dari satu alamat jaringan ke yang lain
1 Lapis fisik Menempatkan data dan mengahpus data pada media jaringan

Protokol Komunikasi Komputer
Sebagai jawaban atas keterbatasan sneaker net (Menyalin data ke suatu medium, misalnya ke disket, print out, membawa medium tersebut ke komputer lain kemudian memasukan data tersebut ke komputer ) pembuat peralatan komputer dan komunikasi mengembangkan protokol antara lain :
1. System network Architecture (SNA)
SNA dibentuk oleh IBM pada tahun 1974 dan dirancang hanya untuk komputer besar. SNA memerlukan komputer utama yang memeriksa komputer-komputer lain yang terhubung oleh jaringan dalam suatu urutan.
SNA memerlukan perangkat keras pengendali komunikasi, yang dibeli terpisah dari perangkat keras komputer untuk mengelola sambungan komunikasi.
2. Token ring
Protocol rancangan IBM ini tidak bergantung pada host yang mengendalikan komunikasi ke komputer lain tetapi memperlakukan komputer lain sederajat.
3. Ethernet.
Ethernet adalah hasil rancangan Xerox bekerja sama dengan Digital equipment Corporation dan Intel pada tahun 1970-an.
Ethernet adalah suatu protocol jaringan untuk komunikasi antar komputer yang sederajat, ethernet bekerja melalui jaringan tunggal.
JARINGAN
Jaringan dibedakan berdasarkan jumlah pemakai yang dilayani, antara lain adalah :
1. Jaringan Setempat (Local Area Network/LAN)
Adalah sekumpulan komputer dan peralatan lain yang saling berhubungan melalui suatu medium yang sama dan menghubungkan komputer yang berdekatan secara fisik, tidak mentransfer data melalui telepon.
2. Jaringan Metropolitan (Metropolitan Area Networks/MAN)
MAN adalah jaringan dengan area yang cukup luas untuk mencakup suatu kota secara keseluruhan dan beberapa kota kecil yang berdekatan.
3. Jaringan Luas (Wide Area Networks/WAN)
Daerah jangkauannya lebih luas dari MAN
4. Internet
Kumpulan jaringan yang saling berhubungan
Jenis-jenis konfigurasi jaringan (topologi)
• RING : dengan menggunakan protocol token ring
• BUS : suatu kabel dengan panjang terbatas (dengan menggunakan protocol ethernet)
• Star : memerlukan suatu alat yang dinamakan hub, yaitu alat yang menerima paket data dari suatu komputer disalah satu ujung bintang dan menyalin isinya ke seluruh aset yang lain.

PERANGKAT KERAS KOMUNIKASI DATA
1. Modem : alat yang mengubah sinyal-sinyal analog yang digunakan pada komunikasi telepon suara menjadi sinyal digital atau sebaliknya.
2. Hub : alat yang menerima paket data dari suatu komputer disalah satu ujung topologi star dan menyalin isinya ke seluruh komputer lain.
3. Router : alat yang menhubungkan banyak LAN.
4. Switch : peralatan yang menyaring komunikasi data yang tidak ditujukan pada suatu komputer di suatu jaringan tertentu serta mengendalikan rute ke komputer penerima.
N. MANAJEMEN JARINGAN
Jaringan merupakan sistemsaraf dari operasi jaringan. Kegagalan jaringan dapat merugikan milyaran rupiah tiap menitnya. Manajemen jaringan ditujukan untuk mengurangi peluang kegagalan jaringan, terutama melalui perencanaa dan pengendalian.
Perencanaan jaringan
Perencanaa jaringan terdiri dari semua kegiatan yang diarahkan untuk mengantisipasi kebutuhan jaringan perusahaan. Ini mencakup tiga komponen utama :
1.Perencaaan Jaringan kapasitas, menganalisa dan merencanakan volume lalu lintas yang dapat ditangani jarin
2.Perencanan staf, membantu menentukan jumlah orang yang diperlukan untuk mengelola suatu jaringan dan tingkat keahlian khusus.
3.Perencanaan kinerja, menganalisa waktu respon pada suatu tingkat lalu lintas tertentu untuk mengantisipaso efek kemungkinan perubahan kinerja jaringan.
Pengendalian jaringan
Meliputi pemantauan jaringan setiap hari untuk memastikan bahwa jaringan tetap pada tingkat operasi yang diinginkan. Pengendalian jaringan meliputi prosedur-prosedur seperti deteksi kegagalan, isolasi kegagalan dan pemulihan jaringan.
Kegagalan adalah tiap kesalahan dalam data yang dikomunikasikan seperti sambungan komunikasi yang tidak berfungsi atau kondisi lain yang membuat data tidak tiba secara tepat.
Manajer Jaringan
Adalah orang yang bertanggungjawab merencanakan, menerapkan, mengoperasiakan dan mengendalikan jaringan komunikasi data perusahaan.
KOMPUTASI BERGERAK
Adalah komunikasi tanpa kabel yang memungkinkan penggunaan komputer dimanapund an kapanpun.
Saat ini terdapat empat jenis dasar jaringan tanpa kabel, yaitu :
1. Jaringan seluler terdiri dari para pemakai dengan telepon genggam, terutama digunakan untuk trasmisi suara.
2. LAN tanpa kabel
3. Jaringan luas tanpa kabel
4. Jaringan paging, hanya memberikan kemampuan menerima tetapi mencakup suara maupun digital.
Transmisi data berkecepatan tinggi, yaitu :
1. Transmisi data gelombang mikro adalah teknologi siaran radio.
2. Transmisi data satelit
3. Transmisi data laser

http://4diva.wordpress.com/2008/03/03/tugas-ii-thamrin-gultom-0606069/

kalau ada kekurangan atau keasalahan tolong dimaklumi,karena saya juga mendapatkannya dari sumber2 yang ada.dan sarana pencarin yang saya pergunakan adalah internet.

Terimakasih ^_^